Profil Program Studi Diploma Tiga Farmasi
Program Studi Diploma Tiga Farmasi Universitas Tidar resmi dibuka pada tanggal 17 Mei 2024 berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nomor 153/D/O/2024 tentang Izin Pembukaan Program Studi Farmasi Program Diploma Tiga pada Universitas Tidar di Kota Magelang.
Universitas Tidar bertekad untuk dapat menghasilkan lulusan tenaga teknis kefarmasian yang kompeten dan terampil baik di bidang pelayanan kefarmasian maupun industri, serta dapat berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Hal tersebut didukung dengan kondisi geografis Magelang Raya, di mana Magelang Raya merupakan daerah dengan potensi alam yang luar biasa karena dikelilingi lima gunung, yakni Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Andong, Telomoyo serta pegunungan Menoreh. Bentang alam tersebut memberikan pengaruh besar terhadap keanekaragaman hayati di Magelang dan daerah-daerah sekitarnya (eks Karesidenan Kedu). Magelang Raya juga mempunyai keanekaragaman budaya yang memiliki berbagai macam pengetahuan terkait obat tradisional dari tumbuhan, seperti halnya tren back to nature yang cenderung mulai berkembang kembali di masa sekarang dan didukung dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya tren back to nature membuka peluang besar untuk mengembangkan dan memasarkan sediaan kefarmasian berbasis bahan alam dan kearifan lokal dengan memanfaatkan teknologi. Sarana produksi obat tradisional dan 1.024 sarana produksi kosmetik. Keanekaragaman hayati di wilayah Magelang dan eks karesidenan Kedu tersebut merupakan salah satu bentuk kekayaan yang juga menjadikan kesempatan potensial untuk kemajuan Program Studi Diploma Tiga Farmasi di Universitas Tidar.
Calon lulusan Program Studi Diploma Tiga Farmasi Universitas Tidar yang bergelar Amd.Farm akan diberikan kompetensi untuk menjadi Tenaga Vokasi Farmasi dengan menginternalisasi nilai kewirausahaan yang disebut Pharmapreneur, selaras dengan Visi Universitas Tidar dan Fakultas Pertanian. Calon lulusan juga akan memiliki kompetensi untuk menjadi tenaga teknis kefarmasian di bidang pelayanan kefarmasian, baik di rumah sakit, puskesmas, apotek, klinik, maupun di industri, yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi Tenaga Teknis Kefarmasian oleh Persatuan Ahli Farmasi Indonesia, sehingga calon lulusan dapat diserap pada sektor industri, swasta, maupun pemerintahan.
Lulusan Program Studi D3 Farmasi Universitas Tidar memiliki prospek kerja yang luas dan beragam di berbagai sektor. Lulusan dapat berkarir sebagai tenaga vokasi farmasi di pelayanan kesehatan seperti di apotek, puskesmas, rumah sakit, took obat, dan klinik yang bertugas baik dalam pengelolaan obat maupun pelayanan kefarmasian. Lulusan Program Studi D3 Farmasi Universitas Tidar juga memiliki peluang untuk dapat berkarir di distributor kefarmasian yaitu PBF (Pedagang Besar Farmasi) dnegan memastikan pengiriman obat-obatan ke berbagai fasilitas kesehatan. Di bidang industri lulusan dapat juga menjadi penanggung jawab di UKOT (Usaha Kecil Obat Tradisional), UMOT (Usaha Mikro Obat Tradisional), dan industri kosmetika yang terlibat dalam produksi, penelitian dan pengembangan. Jiwa kewirausahaan yang dibentuk memungkinkan lulusan untuk membuka apotek atau klinik sendiri maupun memulai usaha dalam produksi produk farmasi berbasis bahan alam lokal. Di sektor pemerintahan, lulusan dapat bekerja di instansi yang bertanggung jawab atas regulasi dan pengawasan obat-obatan serta pelayanan kesehatan.
Pencapaian kompetensi mahasiswa didukung dengan kemitraan antara prodi dengan berbagai instansi seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Apotek, Industri Obat Tradisional, dan instansi pemerintah ikut berperan dalam proses pembelajaran agar Program Studi Diploma Tiga Farmasi Universitas Tidar dapat menghasilkan lulusan Ahli Madya Farmasi yang terampil, mandiri, dan kompeten dalam bidang keahliannya, sesuai dengan etika dan aspek legal yang berlaku, sehingga mampu bersaing dengan lulusan Diploma Tiga Farmasi dari perguruan tinggi lain di Indonesia.
